Home Ideas
Ngawadul : Curat Coret Tulas Tulis :)
Jatigede Jadi Sagara atau Nagara? PDF Print E-mail
Sunday, 10 May 2015 06:40

Komunitas Kabuyutan/ Komunitas Save Jatigede menilai dari awal Proyek Jatigede ini sudah dipaksakan dan banyak kesalahannya, sesuatu yang salah seharusnya jangan dipaksakan, apalagi potensi bencana demikian dahsyatnya. Sama misalnya sekarang Stadiun Gedebage Gelora Bandung Lautan Api untuk kegiatan PON saja diragukan takut roboh karena pondasinya ambles akibat dibangun di Soft Geology. http://www.merdeka.com/peristiwa/bongkar-kasus-stadion-gbla-kabareskrim-bakal-periksa-gubernur-aher.html Bayangkan ini bendungan yang isinya 1 Milyar m3, setara 1000 kali Situ Gintung, bukan main2 kalau Jebol. Secara Spiritual Komunitas Kabuyutan Percaya Yakin 100% Bendungan Jatigede akan Jebol! Bagi kami UGA itu sifatnya Sakral dan sudah terbukti Uga telah terlaksana contonya Uga Chinambo, Leluhur sudah memprediksikan bahwa yang akan membangun Bendungan itu Bangsa China, Sinohydro Kontraktor China (Uang dari China kembali ke China). Menurut Uga Chinambo artinya China Bodo, bahwa Bangsa China Bodoh dipikirnya bisa membendung Jatigede namun ternyata tidak bisa. Itulah Uga Chinambo. Bayangkan secara spiritual Leluhur bisa memprediksikan yang akan membangun adalah Bangsa China dan terbukti 100% China lah yang membangun Jatigede. Screenshot_2015-01-27-17-24-42

Lalu bagaimana isi Uga Keuyeup Bodas, disampaikan bahwa Jatigede ini memiliki dua Opsi bisa Jadi SAGARA atau NAGARA. Kata leluhur Kalau Jatigede dibendung jadi Sagara/ Lautan maka akan ngahudangkeun Keuyeup Apu/ Bodas, membangunkan Kepiting Putih yang akan menjebol bendungan, Sumedang Ngarangrangan, Kadipaten Kapapatenan, Cirebon Kabongbodasan, Indramayu Kalalayuan. Ke empat kabupaten itu akan kena imbas bencana. Sudah tergambarkan dalam Uga bencana dahsyat akan terjadi. Belum lagi dalam Kalimat Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya, Kabuyutan Cipaku diganggu bencana sedunia, potensi Sesar Baribis yang nyambung dengan Sesar Lembang dan Cimandiri Sukabumi berpotensi membangkitkan Sunda Mega Thrust yang selama ini menanti untuk bergerak. Ketika Sunda Mega Thrust bergerak kita sudah melihat dampaknya bagaimana Tsunami Aceh yang menewaskan lebih dari 200.000 Jiwa itu. Sunda Mega Thrust bagian Selat Sunda dan Selatan Jawa Barat sudah lama energinya tidak pernah dilepaskan, jangan sampai Waduk Jatigede menjadi pemicu aktifnya kembali Sunda Mega Thrust melepaskan energi yang selama ini terpendam. Gempa Nepal sebagai bukti nyata bahwa Lempeng Tektonik itu apabila bergerak dan bertubrukan dapat menciptakan bencana dahsyat.

SundaMegaThrust_KeuyeupBodas

Nah Opsi kedua adalah Jatigede menjadi NAGARA, Nagara adalah Kabuyutan, Kampung Otonom Jaman Dahulu Yang Dilindungi Oleh Kerajaan karena sebagai Pusat Pendidikan Moral dan Spiritual, Tempatnya Para Resi Mengajarkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Jangan Lupa Kalender Sunda sudah diteliti oleh Orang Belanda sebagai Kalender Tertua di Jagat Raya, 16.000 SM lebih tua dari Kalender Maya, Mesir, dlsb. Komunitas Sunda Wiwitan sedang meneliti dan mengembangkan/ menghidupkan kalender Sunda ini.

Read more...
 
Hidup Normal? One Life Live It! PDF Print E-mail
Sunday, 12 April 2015 02:05
@All sadayana semuanya... wilujeng morniiing, Seperti kita ketahui bahwa sebagai seorang spiritualist kita diperintahkan oleh Tuhan Nu Kawasa Nu Ngersakeun Nu Maha Murbeng Alam untuk mengikuti jejak2 para Rosul dan Nabi nya :). Konon kabarnya tingkatan iman itu ada 3: 1. Paling tinggi berani bertindak, 2. Sedang berani berbicara, 3. Rendah mengutuk dalam hati. Nah kalau memperhatikan Kisah2 Spiritualist yg tertera dalam berbagai Kitab Suci maka dapat kita peroleh suatu realita bahwa para Nabi dan Rosul itu hidup jauh dari kata Normal yang menjalani RUTINITAS seperti biasa makan, ibadah, bekerja dan tutup mata tutup telinga tidur nyenak... 60 atau 80 tahun meninggal dunia, paling lama 100tahun saja sudah bersyukur banget.
Read more...
 
Sunda Mega Thrust Aktif Bencana Dunia? PDF Print E-mail
Saturday, 24 January 2015 05:28
Luar Biasa Kearifan Leluhur Sunda Kabuyutan Cipaku Darmaraja Sumedang Resi Aji Putih dalam menerawang potensi bencana yang akan terjadi dalam kalimat “Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya”, Apabila Kabuyutan Cipaku Diganggu Bencana Bagi Dunia. Mengapa Kabuyutan Cipaku yang merupakan daerah yang sangat kecil dan merupakan daerah genangan Bendungan Jatigede bisa menimbulkan Bencana Untuk Dunia? Kita mungkin masih ingat sepuluh tahun yang lalu Dunia digoncangkan dengan Bencana Alam yang luar biasa yaitu Tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang mengorbankan 200.000 jiwa dan menjadi trending topic di seluruh dunia dengan gempa >9 Skala Richter.
20141226121637662

Pada tanggal 26 Oktober 2004 Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda membantu menyuarakan Aspirasi Masyarakat Kabuyutan Cipaku dengan mengirimkan Surat Penolakan Bendungan Jatigede yang ditandatangani oleh Mang Ihin, Jendral Solihin GP mantan Gubernur Jawa Barat yang dekat dengan rakyat. Info tentang penolakan DPKLTS dapat dilihat di Blog Pak Ir. Sobirin, http://sobirin-xyz.blogspot.com/2007/05/jatigede-dan-hari-anti-bendungan.html . Namun Surat DPKLTS tersebut tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, mereka tetap melaksanakan proyek Jatigede, sesuatu yang mengejutkan tidak lama setelahnya pada tanggal yang sama yaitu tanggal 26 di bulan Desember tahun 2004 Sunda Mega Thrust aktif sehingga menyebabkan tubrukan antara lempeng Burma dan Lempeng Hindia menghasilkan gempa >9 Skala Richter dan Tsunami Aceh yang menewaskan lebih dari 200.000 jiwa.
Yang menarik untuk menjadi perhatian adalah Potensi Bencana Sunda Mega Thrust sudah berkali-2 dibahas di Koran Nasional sekelas Kompas berikut ini link-nya : http://sains.kompas.com/read/2014/04/08/1310451/Gempa.dari.Sunda.Megathrust.Berpotensi.Rusak.Jakarta dan http://sains.kompas.com/read/2014/04/01/1114467/Antisipasi.Gempa.Sunda.Megathrust yang menunjukan betapa dahsyatnya potensi Bencana yang ditimbulkan apabila Sunda Mega Thrust bergelora aktif kembali.
SundaMegaThrust_KeuyeupBodas
Lalu apa hubungannya dengan Bendungan Jatigede dan Kabuyutan Cipaku? Kabuyutan Cipaku menurut para Kasepuhan disebut sebagai Lemah Sagandu (lemah : tanah, sagandu: gula segandu) merupakan tempat dimana cikal bakal manusia dan alam semesta diciptakan disana, tepatnya di Leuweung Larangan Situs Cipeueut Aji Putih, nilai-2 kepercayaan ini sama dengan yang di anut Kabuyutan Kanekes Baduy tentang Leuweung Sasaka Domas. Lalu apa yang disampaikan oleh Para Leluhur Kabuyutan Cipaku? Leluhur Kabuyutan Cipaku menyampaikan tentang Uga Jatigede dan Uga Keuyeup Bodas, dimana Uga artinya Ramalan. Isi dari Uga Jatigede dan Keuyeup Bodas adalah apabila Bendungan Jatigede digenangi maka akan membangunkan Kepiting Putih yang akan menjebol bendungan. Leluhur Kabuyutan Cipaku juga menyampaikan bahwa “lemah sagandu diganggu balai sadunya”, apabila Kabuyutan Cipaku diganggu maka bencana bagi dunia.
Read more...
 
Wilujeng Muludan & Hikayat Aji Putih PDF Print E-mail
Sunday, 04 January 2015 04:27

Wilujeng Muludan buat rekan- rekan yang beragama Islam hari ini hari yang sangat spesial karena Rosululloh SAW lahir ke alam dunia ini menjelma menjadi manusia yang membawa kebaikan untuk semuanya, rahmatan lil alamin :). Rosululloh SAW mengukuhkan kembali Millah Ibrahim leluhurnya beliau tentang Ketauhidan, Tiada Tuhan Selain Alloh SWT dengan cara berserah diri kepada Tuhan Semesta Alam. Mamang sekeluarga beserta segenap kasepuhan Komunitas Kabuyutan mengucapkan Hanupis ~ Hatur Nuhun Pisan, terima kasih banyak kepada Pak Oentoeng Dalil pituin Cirebon sekeluarga yang telah berkenan datang jauh- jauh dari Bandung mengunjungi Kabuyutan Cipaku dan rela berjalan kaki menembus pesawahan datang mengunjungi Situs Cipeueut Aji Putih, Situs yang sudah ada sejak jaman Pra Sejarah dan kemudian difungsikan kembali oleh Resi Guru Haji Aji Putih (678 - 721M) manusia Sumedang pertama yang beragama Islam berguru kepada Sayidina Ali dan beliau manusia pertama yang naik haji ke Mekah, mendapat gelar Haji Purwa Darmaraja, beliau belajar ilmu Thareqat, Hakekat, dan Marifat.

IMG_20141231_102203

Resi Aji Putih adalah Putra Ki Balangantrang (Patih Galuh Purba) yang menikah dengan Dewi Komalasari putranya Jantaka Resi Guru Wanayasa, Ibunya Putera Purbasora/ Cucunya Sempakwaja (Batara Dahyang Guru) . Sempakwaja dan Jantaka adalah kakak adik sama- sama Putera Wretikandayun. Resi Aji Putih beristrikan Dewi Nawang Wulan cucunya Resi Demunawan dari Kuningan (adiknya Purbasora) seorang resi petapa yang panjang umur. Resi Aji Putih kemudian menjadikan Situs Cipeueut sebagai Pusat Pendidikan Moral dan Spiritual secara damai dengan mengajarkan Inti dari Ajaran Agama Islam yaitu Ketauhidan dengan cara berserah diri kepada Alloh SWT. Salah satu Uga/ Ramalan Resi Aji Putih adalah apabila Cimanuk jadi dibendung dan Bendungan Jatigede akan digenagi, "Cipelang Cikamayangan, Cimanuk Marigi Deui, Bandung Heurin Ku Tangtung, Sumedang Ngarangrangan, Kadipaten Kapapatenan, Cirebon Kabongbodasan, Ujungjaya Ujung Kajayaan, Warung Peti Tempat Mayit, Tomo Totolomoan, Sukapura Ngadaun Ngora, Galunggung Ngadeg Tumenggung".

Info dari Kang Endih Alumni IPB di FB HA IPB, "Sesar Baribis itu unik, karena tidak memanjang, setiap lima tahun mengalami pergeseran (kalau ini sih pengamatan langsung di lapangan) biasanya ditandai dengan keretakan lahan dan bencana landslide di beberapa tempat di Majalengka. Dan uniknya lagi tidak pernah ada yang menganggap penting perilaku sesar ini dibandingkan dengan sesar lainnya... Yang paling unik adalah... di baribisnya sendiri tidak ada bencana, tetapi menggoyang daerah sekelilingnya.... Apakah ini pertanda bahwa sesar baribis berbentuk cawan?". Nah apakah nyambung dengan Wangsit Siliwangi? Dalam Wangsit Siliwangi disebutkan tentang Jebolnya Talaga Di Lebak Cawene yang kemudian disusul dengan meletusnya 7 gunung. (Cawene ~ Cawan).
Read more...
 
Horas Jendral, Toba Sejahtra Peduli Kabuyutan PDF Print E-mail
Wednesday, 24 December 2014 04:14

Horaaaas luar biasa sekali tanpa disangka-sangka dan tanpa diduga Teh Laras kemarin sore hari senin 22 Des 2014 ngontek Mamang bahwa Pak Jendral Luhut Pandjaitan bersedia bertemu dengan Mamang untuk membahas masalah Jatigede selasa besoknya Jam 15.00, tanpa AIUEO Mamang bilang Yes Teteh Siap... anytime... anywhere hayuuuuuu :). Alhamdulillah pas banget hari selasa teh ada jadwal ngamen Mamang ke Jakarta yang kebetulan banget kudu presentasi bikin FS Resort & Training Center di Kaki Gunung Gede Pangrango Bogor di Cempaka Putih jam 12.30 - 14.00... Mamang langsung hari selasa meluncur ke Betawi via KRL Commuter Line. Sampe di Kalibata dijemput teman pake Innopah menuju Cempaka Putih xixixi sampe Lunch pun kelewat euy... peurih Jendral untung ada kopi xixixi. Rada molor sedikit presentasi mulai jam 13.00 sampai jam 14.30 hiks... alhamdulillah lancar jaya ngamennyah... setelah itu meluncur ke Wisma Bakrie 2 di Setiabudi dan alhamdulillah cukup lancar jalanan nyampe ke Setiabudi Jam 15.15 Mamang langsung naik ke Lt. 17 disana Teh Laras sudah menunggu Subhanalloh Teteh yang satu ini benar-2 memiliki Jiwa Sosial dan Kepedulian yang sangat tinggi :). Mamang terharu dibuatnya out of no where... some where ada gituh Orang yang peduli terhadap yang lainnya tanpa mengharapkan apapun yang ada malah Mamang yang ditraktir. Indah dunia yah kalau begini mah... rasanya kiamat masih jauh hehehe.

TobaSejahtraGroup Menunggu sekitar 5 menit langsung dipanggil oleh Sekpri-nya Pak Jendral dan langsung menuju ruangan Pak Jendral, tidak lama kemudian juga hadir Pak Atmadji Executive Director dari Toba Sejahtra Grup yang ditugaskan utk memfollow up. Setelah duduk kemudian langsung ngobrol dimulai dengan introduction dari Teh Laras memperkenalkan Mamang sebagai Alumni ITB yang satu almamater dengan Teh Laras yang peduli terhadap masalah Jatigede. Bahwa selama ini yang beredar di media hanya Issue Ganti Rugi sajah padahal masalah lain banyak yang lebih penting untuk diperhatikan dari mulai masalah geologi/ potensi bencana yang mungkin terjadi, masalah lingkungan, masalah budaya, masalah sosial, dan lainnya.

Mamang kemudian melanjutkan menceritakan tentang masalah-2 yang selama ini tidak terungkap kepermukaan terutama 3 masalah kritis yaitu: 1. Potensi bencana karena fisik bendungan berada di Lempeng Aktif Baribis yang setiap saat bisa menjebol bendungan. Berapa potential lost yang bisa terjadi apabila bencana terjadi. 2. Masalah Budaya & Spiritual bahwa di Kabuyutan Cipaku / daerah genangan ada puluhan Situs Cagar Budaya yang masih sangat disakralkan oleh masyarakat karena bagian dari Keyakinan Spiritual masyarakatnya, Mamang menyampaikan bahwa di Jawa ada istilah Kejawen maka di Sunda pun ada Kasundaan yang mana masih banyak masyarakat Kabuyutan Cipaku yang memegang teguh hal itu. oleh karenanya mereka sampai titik darah penghabisan akan mempertahankan Situs-2 Cagar Budaya tersebut. Kalau di Baduy Kanekes Banten situs-2 itu biarat Leuweung Sasaka Domas yang sangat disakralkan sekali. 3. Masalah Lingkungan ada 1389Ha dengan 810.000 hutan yang akan ditebang demi membangun bendungan, dimana logikanya membangun bendungan penampung air tapi menebang hutan sumber mata air :(.

Satu hal yang Mamang sangat terharu dengan Pak Jendral Luhut adalah beliau menyampaikan kepedulian yang cukup mendalam tentang kearifan lokal dan Situs- situs Cagar Budaya & Spiritual masyarakat dimana tidak boleh diabaikan begitu juga hutan- hutan yang ada disana, apalagi potensi bencana yang mungkin terjadi. Beliau menyampaikan memang Jokowi ini kasian banget katanya banyak mewarisi masalah- masalah yang ribet banget. Beliau berkomitmen katanya siap membantu menyampaikan informasi ini kepada Jokowi dan beliau meminta dibuatkan Executive Summary dari bahan presentasi Mamang dibuat dalam selembar atau dua lembar untuk beliau sampaikan ke Jokowi. Mamang berjanji siap laksanakan dan akan dikirimkan malamnya ke Pak Atmadji, Pak Atmadji memberikan kartunama berisi no hand phone dan alamat email. Setelah itu pertemuan beres dan Mamang kembali ke Bogor dari Wisma Bakrie naek Kopaja 66 turun di Manggarai jalan sedikit dan sebelumnya nyantap Nasi Padang dulu di Warung Nasi pinggir Jalan deket Stasiun... Kikil + Telor Dadar + Nasi Rames... aaaah segeeer euy. Beres makan siang yang telat sekali sekitar jam 17.00 Mamang naik KRL kembali ke Bogor.

Sampai di Bogor Mamang langsung bekerjah membuat Executive Summary dan membuat bahan presentasi sebagai lampiran. Akhirnya kira-2 jam 8.40 PM selesai dan langsung di kirim ke Pak Atmadji cc Teh Laras dan Para Kasepuhan Komunitas Kabuyutan di This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it :). Luar biasa suatu kejutan ternyata Pak Atmadji langsung membalas email Mamang dengan ucapan: Nuhun :). Aaah sesuatu banget pisan ini mah ... Pokoknya On behalf Masyarakat Kabuyutan Mamang mengucapkan HaNuPis ~ Hatur Nuhun Pisan... Thank you very much... Pak Jendral Luhut Pandjaitan, Teh Laras, Pak Atmadji, dan Kasepuhan dari Komunitas Kabuyutan yang senantiasa membantu masyarakat Kabuyutan Cipaku, semoga amal kebaikannya dibalas dengan berlipat ganda :).

TobaGroup

Berikut ini Executive Summary yang dikirimkan kepada Pak Jendral untuk disampaikan ke Jokowi:

Usulan Penyelamatan Pusaka Warisan Budaya Kabuyutan Cipaku dan Laboratorium Kebumian Jatigede Sumedang Yang Akan Ditenggelamkan Oleh Bendungan Jatigede

Perkenankan kami Komunitas Kabuyutan, komunitas yang peduli akan kelestarian fungsi sumber daya alam, kelestarian budaya lokal, kelestarian situs-situs cagar budaya, dan keluhuran nilai- nilai spiritualitas masyarakat Indonesia, menyampaikan informasi dan usulan kepada Bapak. Saat ini kami sedang berusaha menyelamatkan Situs Cagar Budaya Kabuyutan Cipaku dan Laboratorium Kebumian Jatigede yang berlokasi di Kabupaten Sumedang yang saat ini terancam akan ditenggelamkan oleh Bendungan Jatigede.

Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 1 of 9