Home Ideas
Ngawadul : Curat Coret Tulas Tulis :)
Situs Cipeueut Penyangga Alam Semesta PDF Print E-mail
Monday, 01 June 2015 07:11

Alhamdulillah hari Minggu tangggal 31 Mei 2015, Kabuyutan Cipaku kedatangan rekan-rekan dari Komunitas Spiritualist. Berangkat dari Bekasi Pukul 19.00 sampai di Bandung kira-kira jam 22.00 kebetulan ada rekan dari Jakarta juga yang ikut serta dan rekan- rekan dari Bandung sehingga meeting point yang digunakan adalah sekitaran kampus UNPAD Jatinangor. Setelah berkumpul langsung berangkat menuju Kabuyutan Cipaku. Perjalanan sangat seru ketika sampai di daerah sekitar Situraja Jam 24.00 tiba-tiba dikejutkan oleh seorang nenek-nenek yang menggunakan tongkat sedang menyebrang, tak terasa merinding.

Sampai di Kabuyutan Cipaku kira- kira mendekati Jam 1 pagi, anak- anak dan Ibu- ibu langsung beristirahat dan Bapak-bapak kemudian mengobrol sambi menunggu rombongan Bandung yang menggunakan satu motor tertinggal di Alun- alun Bandung. Rombongan Bandung tiba kira- kira jam 2-an pagi. Kami sepakat untuk mengunjungi Situs Cipeueut Aji Putih Kabuyutan Cipaku jam 4 Subuh karena menurut Kasepuhan saat itu adalah waktu yang tepat untuk berdo'a dan berkontemplasi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kira-kira jam 4 pagi kami berangkat ke Situs Cipeueut Aji Putih, sampai di Punden Berundak Aji Putih, kami berkontemplasi mendegarkan dan merasakan suara alam disana. Satu Rombongan lagi dari Jakarta Spiritualis dari Bali yang tertanyata tertarik dan terpanggil untuk datang ke Kabuyutan Cipaku. Berangkat menyusul dari Jakarta jam 21.00 walaupun luka liku perjalanan karena ketidak tahuan lokasi berbekal peta dan GPS Ojeg yang diberikan akhirnya sampai juga kira-kira Jam 4.00, sayangnya mereka sedikit terlambat pas mereka nelepon kami sudah tiba di Situs Cipeueut. Akhirnya mereka menyusul pagi harinya dan kami pun mengantarkan mereka untuk berkontemplasi di Situs Cipeueut Punden Berundak Aji Putih dan Resi Agung.

IMG_20150531_090137

Menurut salah satu Kasepuhan yang memimpin acara Situs Cipeueut adalah salah Satu Koordinat Poros Gravitasi Bumi yang menjadi tiang penyangga langit, kalau ditelusuri sampai ke atas langit maka Koordinat Situs Cipeueut itu nyambung ke bintang di langit, Batu Tunggal Aji Putih Cipeueut berfungsi seperti BTS/ Pemancar yg mampu memancarkan sinyal-sinyal ke langit tempat bersemayamnya Tuhan YME. Tentu saja tidak setiap lokasi cocok menjadi pemancar hanya koordinat tertentu saja yang cocok untuk dijadikan lokasi tempat pemancar, contohnya BTS/ Tower Telekomunikasi tidak bisa dibangun disembarang tempat hanya di lokasi yang tepat koordinatnya saja yang bisa dibangun. Di Bumi itu ada beberapa tempat seperti Situs Cipeueut diantaranya Ka'bah di Mekah Al Mukaromah yang koordinatnya ditemukan oleh Nabi Ibrahim AS dan dilanjutkan oleh Nabi Muhammad SAW. Koordinat-koordinat tiang penyangga langit / pengikat gravitasi bumi ini perlu dijaga dan dilestarikan agar tentu saja keseimbangan alam semesta tetap terjaga. Bisa dibayangkan apabila tiang ini dirusak maka ibarat rumah/ saung tanpa tiang maka yg ada adalah goncang. Sama hal misal nya apabila BTS Tower Telekomunikasi roboh maka Sinyal Hand Phone pun akan mengalami gangguan. Apabila bumi goncang maka yang merasakan adalah manusia yg hidup di alam dunia ini. Hal tersebut sejalan dengan Uga Leluhur Cipaku, Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya, Kabuyutan Cipaku diganggu bencana sedunia.

Read more...
 
Jatigede Jadi Sagara atau Nagara? PDF Print E-mail
Sunday, 10 May 2015 06:40

Komunitas Kabuyutan/ Komunitas Save Jatigede menilai dari awal Proyek Jatigede ini sudah dipaksakan dan banyak kesalahannya, sesuatu yang salah seharusnya jangan dipaksakan, apalagi potensi bencana demikian dahsyatnya. Sama misalnya sekarang Stadiun Gedebage Gelora Bandung Lautan Api untuk kegiatan PON saja diragukan takut roboh karena pondasinya ambles akibat dibangun di Soft Geology. http://www.merdeka.com/peristiwa/bongkar-kasus-stadion-gbla-kabareskrim-bakal-periksa-gubernur-aher.html Bayangkan ini bendungan yang isinya 1 Milyar m3, setara 1000 kali Situ Gintung, bukan main2 kalau Jebol. Secara Spiritual Komunitas Kabuyutan Percaya Yakin 100% Bendungan Jatigede akan Jebol! Bagi kami UGA itu sifatnya Sakral dan sudah terbukti Uga telah terlaksana contonya Uga Chinambo, Leluhur sudah memprediksikan bahwa yang akan membangun Bendungan itu Bangsa China, Sinohydro Kontraktor China (Uang dari China kembali ke China). Menurut Uga Chinambo artinya China Bodo, bahwa Bangsa China Bodoh dipikirnya bisa membendung Jatigede namun ternyata tidak bisa. Itulah Uga Chinambo. Bayangkan secara spiritual Leluhur bisa memprediksikan yang akan membangun adalah Bangsa China dan terbukti 100% China lah yang membangun Jatigede. Screenshot_2015-01-27-17-24-42

Lalu bagaimana isi Uga Keuyeup Bodas, disampaikan bahwa Jatigede ini memiliki dua Opsi bisa Jadi SAGARA atau NAGARA. Kata leluhur Kalau Jatigede dibendung jadi Sagara/ Lautan maka akan ngahudangkeun Keuyeup Apu/ Bodas, membangunkan Kepiting Putih yang akan menjebol bendungan, Sumedang Ngarangrangan, Kadipaten Kapapatenan, Cirebon Kabongbodasan, Indramayu Kalalayuan. Ke empat kabupaten itu akan kena imbas bencana. Sudah tergambarkan dalam Uga bencana dahsyat akan terjadi. Belum lagi dalam Kalimat Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya, Kabuyutan Cipaku diganggu bencana sedunia, potensi Sesar Baribis yang nyambung dengan Sesar Lembang dan Cimandiri Sukabumi berpotensi membangkitkan Sunda Mega Thrust yang selama ini menanti untuk bergerak. Ketika Sunda Mega Thrust bergerak kita sudah melihat dampaknya bagaimana Tsunami Aceh yang menewaskan lebih dari 200.000 Jiwa itu. Sunda Mega Thrust bagian Selat Sunda dan Selatan Jawa Barat sudah lama energinya tidak pernah dilepaskan, jangan sampai Waduk Jatigede menjadi pemicu aktifnya kembali Sunda Mega Thrust melepaskan energi yang selama ini terpendam. Gempa Nepal sebagai bukti nyata bahwa Lempeng Tektonik itu apabila bergerak dan bertubrukan dapat menciptakan bencana dahsyat.

SundaMegaThrust_KeuyeupBodas

Nah Opsi kedua adalah Jatigede menjadi NAGARA, Nagara adalah Kabuyutan, Kampung Otonom Jaman Dahulu Yang Dilindungi Oleh Kerajaan karena sebagai Pusat Pendidikan Moral dan Spiritual, Tempatnya Para Resi Mengajarkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Jangan Lupa Kalender Sunda sudah diteliti oleh Orang Belanda sebagai Kalender Tertua di Jagat Raya, 16.000 SM lebih tua dari Kalender Maya, Mesir, dlsb. Komunitas Sunda Wiwitan sedang meneliti dan mengembangkan/ menghidupkan kalender Sunda ini.

Read more...
 
Hidup Normal? One Life Live It! PDF Print E-mail
Sunday, 12 April 2015 02:05
@All sadayana semuanya... wilujeng morniiing, Seperti kita ketahui bahwa sebagai seorang spiritualist kita diperintahkan oleh Tuhan Nu Kawasa Nu Ngersakeun Nu Maha Murbeng Alam untuk mengikuti jejak2 para Rosul dan Nabi nya :). Konon kabarnya tingkatan iman itu ada 3: 1. Paling tinggi berani bertindak, 2. Sedang berani berbicara, 3. Rendah mengutuk dalam hati. Nah kalau memperhatikan Kisah2 Spiritualist yg tertera dalam berbagai Kitab Suci maka dapat kita peroleh suatu realita bahwa para Nabi dan Rosul itu hidup jauh dari kata Normal yang menjalani RUTINITAS seperti biasa makan, ibadah, bekerja dan tutup mata tutup telinga tidur nyenak... 60 atau 80 tahun meninggal dunia, paling lama 100tahun saja sudah bersyukur banget.
Read more...
 
Sunda Mega Thrust Aktif Bencana Dunia? PDF Print E-mail
Saturday, 24 January 2015 05:28
Luar Biasa Kearifan Leluhur Sunda Kabuyutan Cipaku Darmaraja Sumedang Resi Aji Putih dalam menerawang potensi bencana yang akan terjadi dalam kalimat “Lemah Sagandu Diganggu Balai Sadunya”, Apabila Kabuyutan Cipaku Diganggu Bencana Bagi Dunia. Mengapa Kabuyutan Cipaku yang merupakan daerah yang sangat kecil dan merupakan daerah genangan Bendungan Jatigede bisa menimbulkan Bencana Untuk Dunia? Kita mungkin masih ingat sepuluh tahun yang lalu Dunia digoncangkan dengan Bencana Alam yang luar biasa yaitu Tsunami Aceh 26 Desember 2004 yang mengorbankan 200.000 jiwa dan menjadi trending topic di seluruh dunia dengan gempa >9 Skala Richter.
20141226121637662

Pada tanggal 26 Oktober 2004 Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda membantu menyuarakan Aspirasi Masyarakat Kabuyutan Cipaku dengan mengirimkan Surat Penolakan Bendungan Jatigede yang ditandatangani oleh Mang Ihin, Jendral Solihin GP mantan Gubernur Jawa Barat yang dekat dengan rakyat. Info tentang penolakan DPKLTS dapat dilihat di Blog Pak Ir. Sobirin, http://sobirin-xyz.blogspot.com/2007/05/jatigede-dan-hari-anti-bendungan.html . Namun Surat DPKLTS tersebut tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah, mereka tetap melaksanakan proyek Jatigede, sesuatu yang mengejutkan tidak lama setelahnya pada tanggal yang sama yaitu tanggal 26 di bulan Desember tahun 2004 Sunda Mega Thrust aktif sehingga menyebabkan tubrukan antara lempeng Burma dan Lempeng Hindia menghasilkan gempa >9 Skala Richter dan Tsunami Aceh yang menewaskan lebih dari 200.000 jiwa.
Yang menarik untuk menjadi perhatian adalah Potensi Bencana Sunda Mega Thrust sudah berkali-2 dibahas di Koran Nasional sekelas Kompas berikut ini link-nya : http://sains.kompas.com/read/2014/04/08/1310451/Gempa.dari.Sunda.Megathrust.Berpotensi.Rusak.Jakarta dan http://sains.kompas.com/read/2014/04/01/1114467/Antisipasi.Gempa.Sunda.Megathrust yang menunjukan betapa dahsyatnya potensi Bencana yang ditimbulkan apabila Sunda Mega Thrust bergelora aktif kembali.
SundaMegaThrust_KeuyeupBodas
Lalu apa hubungannya dengan Bendungan Jatigede dan Kabuyutan Cipaku? Kabuyutan Cipaku menurut para Kasepuhan disebut sebagai Lemah Sagandu (lemah : tanah, sagandu: gula segandu) merupakan tempat dimana cikal bakal manusia dan alam semesta diciptakan disana, tepatnya di Leuweung Larangan Situs Cipeueut Aji Putih, nilai-2 kepercayaan ini sama dengan yang di anut Kabuyutan Kanekes Baduy tentang Leuweung Sasaka Domas. Lalu apa yang disampaikan oleh Para Leluhur Kabuyutan Cipaku? Leluhur Kabuyutan Cipaku menyampaikan tentang Uga Jatigede dan Uga Keuyeup Bodas, dimana Uga artinya Ramalan. Isi dari Uga Jatigede dan Keuyeup Bodas adalah apabila Bendungan Jatigede digenangi maka akan membangunkan Kepiting Putih yang akan menjebol bendungan. Leluhur Kabuyutan Cipaku juga menyampaikan bahwa “lemah sagandu diganggu balai sadunya”, apabila Kabuyutan Cipaku diganggu maka bencana bagi dunia.
Read more...
 
Wilujeng Muludan & Hikayat Aji Putih PDF Print E-mail
Sunday, 04 January 2015 04:27

Wilujeng Muludan buat rekan- rekan yang beragama Islam hari ini hari yang sangat spesial karena Rosululloh SAW lahir ke alam dunia ini menjelma menjadi manusia yang membawa kebaikan untuk semuanya, rahmatan lil alamin :). Rosululloh SAW mengukuhkan kembali Millah Ibrahim leluhurnya beliau tentang Ketauhidan, Tiada Tuhan Selain Alloh SWT dengan cara berserah diri kepada Tuhan Semesta Alam. Mamang sekeluarga beserta segenap kasepuhan Komunitas Kabuyutan mengucapkan Hanupis ~ Hatur Nuhun Pisan, terima kasih banyak kepada Pak Oentoeng Dalil pituin Cirebon sekeluarga yang telah berkenan datang jauh- jauh dari Bandung mengunjungi Kabuyutan Cipaku dan rela berjalan kaki menembus pesawahan datang mengunjungi Situs Cipeueut Aji Putih, Situs yang sudah ada sejak jaman Pra Sejarah dan kemudian difungsikan kembali oleh Resi Guru Haji Aji Putih (678 - 721M) manusia Sumedang pertama yang beragama Islam berguru kepada Sayidina Ali dan beliau manusia pertama yang naik haji ke Mekah, mendapat gelar Haji Purwa Darmaraja, beliau belajar ilmu Thareqat, Hakekat, dan Marifat.

IMG_20141231_102203

Resi Aji Putih adalah Putra Ki Balangantrang (Patih Galuh Purba) yang menikah dengan Dewi Komalasari putranya Jantaka Resi Guru Wanayasa, Ibunya Putera Purbasora/ Cucunya Sempakwaja (Batara Dahyang Guru) . Sempakwaja dan Jantaka adalah kakak adik sama- sama Putera Wretikandayun. Resi Aji Putih beristrikan Dewi Nawang Wulan cucunya Resi Demunawan dari Kuningan (adiknya Purbasora) seorang resi petapa yang panjang umur. Resi Aji Putih kemudian menjadikan Situs Cipeueut sebagai Pusat Pendidikan Moral dan Spiritual secara damai dengan mengajarkan Inti dari Ajaran Agama Islam yaitu Ketauhidan dengan cara berserah diri kepada Alloh SWT. Salah satu Uga/ Ramalan Resi Aji Putih adalah apabila Cimanuk jadi dibendung dan Bendungan Jatigede akan digenagi, "Cipelang Cikamayangan, Cimanuk Marigi Deui, Bandung Heurin Ku Tangtung, Sumedang Ngarangrangan, Kadipaten Kapapatenan, Cirebon Kabongbodasan, Ujungjaya Ujung Kajayaan, Warung Peti Tempat Mayit, Tomo Totolomoan, Sukapura Ngadaun Ngora, Galunggung Ngadeg Tumenggung".

Info dari Kang Endih Alumni IPB di FB HA IPB, "Sesar Baribis itu unik, karena tidak memanjang, setiap lima tahun mengalami pergeseran (kalau ini sih pengamatan langsung di lapangan) biasanya ditandai dengan keretakan lahan dan bencana landslide di beberapa tempat di Majalengka. Dan uniknya lagi tidak pernah ada yang menganggap penting perilaku sesar ini dibandingkan dengan sesar lainnya... Yang paling unik adalah... di baribisnya sendiri tidak ada bencana, tetapi menggoyang daerah sekelilingnya.... Apakah ini pertanda bahwa sesar baribis berbentuk cawan?". Nah apakah nyambung dengan Wangsit Siliwangi? Dalam Wangsit Siliwangi disebutkan tentang Jebolnya Talaga Di Lebak Cawene yang kemudian disusul dengan meletusnya 7 gunung. (Cawene ~ Cawan).
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 1 of 9